Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Daftar Pustaka

Buku Amar, D. (1963). Bandung Lautan Api. Bandung. McCloud, S. (2022). Understanding Comics. United States: Tundra Publishing. Nasution, A H. (2013). Saya Pilih Mengungsi: Pengorbanan Rakyat Bandung untuk Kedaulatan. Bandung: Bunaya. Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Sardiman, A M. (2015). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali pers. Smail, J R W. (2011). Bandung Awal Revolusi 1945-1946. Depok: Ka Bandung. Suryani, T. (2013). Perilaku Konsumen di Era Internet. Yogyakarta: Graha Ilmu. Jurnal Firda, F. (2023). Perancangan Komik Digital Kisah R.A. Kartini Sebagai Upaya Membangun Karakter Remaja Perempuan Usia 15-18 Tahun. Diakses pada 9 Oktober 2023, dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Herlambang, L. (2021). Peran Mohammad Toha pada Peristiwa Bandung Lautan Api tahun 1945-1946. Diakses pada 7 Oktober 2023, dari UPN “Veteran” Jawa Timur. Lutfia, F. (2020). Perancangan Web Comic Pembelajaran Menghadapi Dampak Negatif...

Bab II

1.Latar belakang terjadiny peristiwa Bandung lautan api? Latar belakang peristiwa Bandung Lautan Api adalah perlawanan rakyat Bandung terhadap ultimatum pasukan Sekutu yang ingin menguasai kota Bandung setelah kemerdekaan Indonesia. Pasukan Sekutu datang ke Bandung pada Oktober 1945, dengan tujuan untuk melucuti pasukan Jepang dan diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Namun, rakyat Bandung yang telah berjuang untuk kemerdekaan, menolak ultimatum tersebut dan memilih untuk membakar kota Bandung agar tidak jatuh ke tangan Sekutu.  2. Siapa saja pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut? Dalam peristiwa Bandung Lautan Api, ada dua pihak utama yang terlibat: Tentara Republik Indonesia (TRI) dan rakyat Bandung di satu sisi, serta pasukan Sekutu dan NICA di sisi lain. TRI dan rakyat Bandung terlibat dalam tindakan pembakaran kota Bandung sebagai bentuk perlawanan terhadap penyerahan Kota Bandung kepada pasukan Sekutu. 3. Bagaimana kronologi bandung lautan api...

Guru,Sang pelita

Guruku, cahaya di kegelapan, Pelita yang menerangi jalanan. Engkau membimbing kami dengan sabar, Menanam ilmu dalam jiwa kami, Hingga kami tumbuh berpengetahuan. Engkau bukan hanya pengajar, Namun juga teladan hidup yang nyata. Dengan penuh kasih, engkau ajari kami, Menjadi manusia yang berguna, Beriman, berakhlak, dan berpengetahuan. Terima kasih guruku, Atas segala yang telah engkau berikan. Jasamu takkan terlupakan, Dalam setiap langkah kehidupan, Kami selalu mengenangmu.

Bubur Sum-Sum

Gambar
Bubur sumsum, hidangan tradisional Jawa, memiliki sejarah yang kaya dan filosofi yang dalam. Nama "sumsum" berasal dari warna putihnya yang mirip dengan sumsum tulang. Bubur ini sering disajikan pada acara adat dan perayaan, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah, sebagai bentuk rasa syukur dan ucapan terima kasih.  Asal-Usul dan Sejarah: Asal-Usul: Bubur sumsum memiliki asal-usul yang tidak pasti, namun diperkirakan berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Makna Filosofis: Warna putih bubur sumsum melambangkan kebersihan hati dan jiwa.  Rasa manis gula merahnya melambangkan kebahagiaan, rasa syukur, dan ucapan terima kasih.  Bubur sumsum sering disajikan sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada orang-orang yang telah membantu dalam acara adat atau perayaan.  Peran dalam Upacara Adat: Bubur sumsum kerap menjadi bagian dari upacara adat, terutama dalam perayaan seperti pernikahan dan sunatan.  Perkembangan: Bubur sumsum j...