Pencak silat
Sejarah Pencak Silat
Pencak silat adalah sebuah seni bela diri asli nusantara. Seni bela diri tradisional yang satu ini ini memiliki pamor yang begitu luas, baik secara nasional hingga kancah internasional. Pencak silat diketahui menjadi salah satu bela diri yang cukup populer di beberapa negara, misalnya seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura, Filipina selatan, dan Thailand selatan sesuai dengan penyebaran suku bangsa Nusantara di masa lalu.
Pencak silat sendiri awalnya terinspirasi dari sebuah keterampilan suku asli tanah air pada saat berburu dan berperang. Para suku asli tanah air dahulu menciptakan banyak gerakan yang secara langsung terinspirasi dari gerakan para binatang untuk dapat bertahan hidup di hutan. Namun, perkembangan pencak silat melahirkan banyak variasi gerakan, mulai seperti pukulan, tendangan, bahkan juga kuncian.
Induk organisasi dari pencak silat di Indonesia adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia atau disingkat IPSI yang didirikan pada tanggal 18 Mei 1948. IPSI bisa dikatakan juga sebagai salah satu organisasi silat tertua di dunia.
Sementara itu, organisasi yang menjadi wadah dari berbagai federasi pencak silat di seluruh belahan dunia biasa disebut Persekutuan Pencak Silat Antarabangsa (Pesilat), yang dibentuk pada tanggal 11 Maret 1980 oleh para negara pendiri, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Seni bela diri ini pada dasarnya hadir berkat pengaruh budaya Tionghoa, Hindu, Buddha, hingga Islam. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki aliran pencak silat yang khas. Misalnya seperti, daerah Jawa Barat yang memiliki pencak silat aliran Cimande dan Cikalong, Jawa Tengah dengan aliran Merpati Putihnya, hingga Jawa Timur yang terkenal dengan aliran PSHT dan Perisai Diri.
Pencak silat selalu menjadi cabang olahraga yang dilombakan dalam ajang empat tahunan nasional di Indonesia, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON). Tidak hanya itu, sejak tahun 1987, pencak silat juga hampir selalu dilombakan dalam ajang Pesta Olahraga Asia Tenggara yang biasa disebut SEA Games. Sementara itu, di luar Indonesia sendiri masih ada banyak penggemar pencak silat dari berbagai negara, seperti Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat.
Berkat pamor yang dikenal baik hingga berbagai penjuru dunia, tepat pada tanggal 13 Desember 2019 lalu, The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan bahwa pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia (Intangible Cultural World Heritage).Pencak silat adalah seni bela diri yang berasal dari Indonesia yang telah di tetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Penetapan itu dilakukan pada sidang ke-14 Intergovernmental committee for the safeguarding of the Intangible Cultular Heritage, yang berlangsung di Bogota, Kolombia, 9-14 Desember 2019. Seni bela diri pencak silat juga di kenal di negara Asia tenggara lainnya seperti Malaysia, Brunei, Singapura, Filipina, dan Thailand.
Pengertian Pencak Silat, Unsur-unsur, Tujuan, Fungsi, Teknik, dan Manfaat yang Didapat
Unsur-unsur Pencak Silat
Adapun unsur-unsur yang terdapat dalam pencak silat, antara lain:
Unsur olahraga
Unsur kesenian
Unsur bela diri
Unsur pendidikan mental kerohanian
Unsur persaudaraan menuju persatuan
2. Tujuan Pencak Silat
Adapun tujuan dari pencak silat ialah:
Tempat menyalurkan bakat dan minat bagi generasi yang memiliki hobi olahraga, khususnya bela diri.
Membentuk masyarakat 'berjiwa sehat, berpikir cerdas, berprestasi'.
Membentuk sikap kesatria pada masyarakat dan mendidik mereka untuk berani membela kebenaran juga keadilan, disiplin yang tinggi serta tanggung jawab lahir batin.
Mendorong dan menggerakkan masyarakat agar lebih memahami dan menghayati langsung hakikat juga manfaat olahraga pencak silat sebagai kebutuhan hidup.
Mendidik generasi muda supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas dan penggunaan obat terlarang.
3. Fungsi Pencak Silat
Fungsi pencak silat untuk seni
Jika dilihat dari sudut seni, dalam gerakan pencak silat terdapat keselarasan serta keseimbangan antara wirama, wirasa, dan wiraga, atau keserasian irama, penyajian teknik, dan penghayatan.
Fungsi pencak silat untuk bela diri
Sementara jika dilihat dari sudut bela diri, pencak silat menggunakan seluruh bagian anggota tubuh, dari ujung jari tangan, kaki sampai kepala dengan menggunakan senjata atau tanpa menggunakan senjata.
Fungsi pencak silat untuk pendidikan
Adapun dari sudut pendidikan pencak silat memberikan kemampuan, keterampilan, dan kemantapan untuk mempertahankan dan membela diri terhadap sebuah ancaman bahaya, baik dari dalam maupun luar, serta untuk menjamin keselarasan dengan alam sekitarnya.
4. Teknik Pencak Silat
Sikap Kuda-Kuda
Merupakan sikap dasar dan sikap awal dalam pencak silat di mana posisi kaki tertentu dijadikan sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela serang.
Sikap Pasang
Selanjutnya adalah sikap pasang. Sikap ini merupakan suatu kesiagaan untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir rangkaian gerakan.
Sikap Tangkisan
Sikap menangkis berguna untuk menahan atau menghindari serangan lawan. Ada beberapa sikap menangkis dalam pencak silat, seperti tangkisan atas, tangkisan belah tengah, dan tangkisan luar.
Hindaran dalam Pencak Silat
Berikutnya adalah sikap menghindar, tentunya berfungsi untuk menghindari serangan lawan supaya tidak terkena damage.
Pukulan dalam Pencak Silat
Dalam pencak silat, pukulan dilakukan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya. Segala teknik pukulan yang terdapat dalam seni bela diri ini boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka.
endangan dalam Pencak Silat
Sama halnya pukulan, tendangan juga boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan dalam upaya memperoleh angka.
Variasi Pencak Silat
Dalam pencak silat terdapat variasi serta gabungan teknik yang dapat digunakan. Misalnya variasi pencak silat pada persiapan, pelaksanaan, serta pengayaan.
5. Manfaat Pencak Silat
Manfaat yang bisa didapatkan dari seni bela diri pencak silat, antara lain:
Melatih kesabaran
Melatih mental
Melatih konsentrasi
Melatih kewaspadaan
Melatih kepekaan
Melatih kedisiplinan
Melatih kontrol
Menambah pengetahuan
Menjaga tubuh tetap sehat dan bugar
Menambah daya tahan tubuh
6. Peraturan bermain pencak silat meliputi:
a. Waktu pertandingan
Pertandingan pencak silat terdiri dari tiga babak, dengan masing-masing babak berlangsung selama dua menit dan jeda satu menit di antara babak.
b. Sasaran perkenaan
Sasaran perkenaan adalah dada, perut, punggung, dan pinggang kiri serta kanan, kecuali leher ke atas dan kemaluan.
c. Gerakan
Peserta harus melakukan serangan berpola, mulai dari sikap awalan, pasangan, koordinasi gerakan, hingga ke sikap awal. Peserta juga harus melakukan pembelaan, seperti hindaran, tangkisan, dan elakan.
d. Gelanggang
Gelanggang pencak silat berbentuk persegi dengan ukuran 7 x 7 meter dan matras setebal 5 sentimeter. Bidang tandingnya berdiameter 2 meter.
e. Wasit dan juri
Pertandingan dipimpin oleh satu orang wasit dan dibantu oleh lima orang juri penilai.
f. Aba-Aba
Aba-aba "MULAI" digunakan untuk memulai pertandingan, "BERHENTI" atau "TI" untuk menghentikan pertandingan, "PASANG", "LANGKAH", dan "SILAT" untuk pembinaan.
g. Penentuan pemenang
Atlit dianggap menang jika lawan tidak bisa melanjutkan pertandingan, lawan melakukan pelanggaran tiga kali, atau lawan terkena serangan yang sah dan tidak bisa bangkit ketika hitungan wasit di angka sepuluh.
Selain peraturan pertandingan, ada juga peraturan tata tertib yang harus dipatuhi oleh pesilat, official, dan suporter.
7. Perguruan pencak silat yang ad di Indonesia
a. Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT): Diklaim sebagai perguruan pencak silat terbesar di dunia
Pencak Silat Pagar Nusa: Salah satu perguruan pencak silat terbesar di Indonesia
b. Pencak Silat Perisai Diri: Berawal di Surabaya, Jawa Timur pada 2 Juli 1955
c. Pencak Silat Merpati Putih: Aliran pencak silat tanpa alat yang diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus (Kopassus)
d. Tapak Suci Putera Muhammadiyah: Berawal di Kauman, Yogyakarta pada 31 Juli 1963
Setia Hati Winongo: Berawal dari Sedulur Tunggal Kecer yang didirikan oleh Ki Ngabehi Soerodiwirdjo di Tambak Gringsing, Surabaya pada 1903
e. IKSPI Kera Sakti: Berawal di Madiun, Jawa Timur pada 15 Januari 1980
f. Pencak Silat Madu Bunga Mayang: Berasal dari Lampung dan dikembangkan oleh Cik Aman, Mangku Alam, dan Ratu Bangsawan
Daftar Gerakan Pencak Silat beserta Gambar dan Namanya
A.Gerak spesifik Kuda-kuda
Gerak spesifik kuda-kuda dalam pencak silat adalah posisi kaki tertentu yang digunakan sebagai dasar tumpuan untuk melakukan gerakan bela-serang. Kuda-kuda merupakan teknik dasar pencak silat yang penting untuk dikuasai agar bisa melakukan gerakan yang baik dan benar.
1.Sikap Tegak
a. Berdiri tegak seperti sikap berbaris dengan kedua telapak tangan di tangkupkan di depan dada, dan pandangan ke depan.
b. Ketika membentuk sikap tegak ini setiap pesilat fokus melakukan, doa dan sikap awal melakukan gerakan selanjutnya baik serangan maupun belaan.2.Sikap Hormat
Berikut cara melakukannya.
a. Berdiri tegak seperti sikap berbaris dengan kedua telapak tangan di tangkupkan di depan dada, dan pandangan ke depan.
b. Kedua lengan/tangan di julurkan ke atas membentuk sudut 90 derajat (lengan atas berada di sisi telinga), dengan telapak tangan menghadap ke dalam.
c. Kedua telapak tangan di tangkupkan di depan dahi, dan di turunkan kembali di depan dada.
d. Telapak tangan kanan di buka menghadap dan di luruskan ke depan, kemudian di tarik, dan telapak tangan kiri di kepalkan di letakan di samping pinggang kiri.
e. Tangan kanan di tarik kembali dan dikepalkan. diletakkan di samping pinggang kanan untuk bersiap melakukan gerakan selanjutnya.
3. Kuda-kuda Depan
Berikut cara melakukannya.
a. Kaki depan dengan lutut tertekuk menopang berat badan. Kaki belakang lurus, tapi lutut tidak terkunci.
b. Telapak kaki depan dan belakang sejajar selebar bahu.
c. Panjang kuda kuda satu setengah langkah.
d. Pandangan ke arah gerak atau datangnya serangan.
4.Kuda-Kuda Samping
a. Kuda-kuda ini serupa dengan kuda-kuda depan, tetapi dengan arah menyerong. Berat badan ditopang kaki yang di tekuk.
b. Kaki belakang lurus, tapi lutut tidak terkunci.Telapak kaki depan diserongkan kurang lebih 45 derajat dari titik kaki belakang.
c. Panjang kuda-kuda satu setengah langkah.
d. Pandangan ke arah gerak atau datangnya serangan.
5.Kuda-Kuda Belakang
a. Berat badan cenderung berada pada kaki belakang yang sedikit di tekuk, sedangkan kaki depan berfungsi hanya sebagai penjaga keseimbangan.
b. panjang kuda-kuda satu setengah langkah.
c. Pandangan ke arah gerak atau datangnya serangan.
d. Kuda-kuda ini sering di gunakan oleh pesilat ketika bertanding (bertarung).
6.Kuda-Kuda Silang Belakang
a. Dari sikap kuda-kuda belakang, kaki belakang di silangkan kedepan melalui belakang, dengan telapak kaki jinjit.
b. Berat badan di antara kedua kaki yang sedikit di tekuk.
c. Panjang kuda-kuda satu langkah.
d. Pandangan ke arah gerak atau datangnya serangan.
B.Gerak spesifik Pembelaan(elakaan)
Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ke tempat semula. Elakan terdiri dari elakan bawah, elakan atas, elakan samping, elakan belakang lurus, dan elakan berputar.
1 Mengelak dengan Merunduk
a. Menunduk dilakukan dengan merendahkan tubuh.
b. Sikap pasang kuda-kuda yang digunakan apa saja.
c. Merunduk dilakukan untuk mengelakkan diri dari serangan ke anggota tubuh bagian atas.
d. Kedua lutut di tekuk sesuai dengan tinggi rendahnya. serangan yang di lakukan lawan.
e. Badan dapat di bungkukkan tetapi tidak terlalu rendah.
f. Kedua tangan diarahkan untuk menangkis serangan.
g. Pandangan mata ke arah datangnya serangan.
2. Mengelak dengan Meliuk ke Samping
a. Meliuk kesamping dilakukan dengan memindahkan. berat tubuh ke kanan atau ke kiri.
b. Sikap pasang kuda-kuda yang digunakan apa saja.
c. Meliuk dilakukan untuk mengelak dari serangan ke anggota tubuh bagian kanan atau kiri.
d. Kuda-kuda samping memudahkan untuk melakukan elakaan ke samping. Lutut kaki depan di tekuk sesuai dengan jauh dekatnya serangan yang dilakukan lawan.
e. Badan dapat di tekuk ke samping tetapi tidak terlalu rendah.
f. Kedua tangan diarahkan untuk menangkis serangan.
g. Pandangan mata ke arah datangnya serangan.
3. Mengelak dengan Memutar Tubuh
a. Memutar tubuh dapat di lakukan menjauh atau mendekati lawan.
b. Menjauh dilakukan untuk menghindari serangan saja, tetapi jika mendekati bisa dilakukan sekaligus untuk melakukan serangan balik.
c. Memutar dapat dilakukan sekaligus dengan menunduk.
d. Sikap pasang kuda-kuda yang digunakan apa saja.
e. Kedua tangan diarahkan untuk menangkis serangan. atau sekaligus untuk melakukan serangan balasan.
f. Pandangan mata ke arah datangnya serangan.
C. Gerakan Spesifik Serangan Tangan (Pukulan)
Serangan dalam pencak silat merupakan upaya pembelaan diri dengan menggunakan tangan atau tungkai untuk mengenai sasaran pada anggota tubuh lawan.
1. Serangan dengan Pangkal Telapak Tangan ke Depan
a. Berdiri tegak seperti sikap siap berbaris dengan lengan/tangan lurus di samping badan, dan pandangan lurus ke depan.
b. Kedua kepalan tangan di letakkan di samping. pinggang.
c. Langkah kan salah satu kaki ke depan (menggunakan kuda-kuda apa saja) bersamaan dengan itu salah satu kepalan tangan di julurkan memutar ke depan, ketika berjarak sepertiga ke arah sasaran, telapak tangan di buka, dan pangkal telapak tangan mengenai sasaran.
d. Telapak tangan segera di tarik dan di kepal di pada sasaran.
2. Serangan Ganda dengan Pangkal Telapak Tangan
a. Berdiri tegak seperti sikap siap berbaris dengan lengan/tangan lurus di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Kedua kepalan tangan diletakkan di samping. pinggang.
c. Langkahkan salah satu kaki ke depan. (menggunakan kuda-kuda apa saja) bersamaan dengan itu kedua telapak tangan di julurkan memutar ke depan, dan pangkal telapak tangan mengenai sasaran.
d. Pukulan ini berdampak seperti dorongan.
e. Telapak tangan segera di tarik dan di kepal di letakkan di samping kembali. f. Ketika melakukan pukulan, berat badan di arahkan. pada sasaran.
3. Serangan dengan Pangkal Telapak (Pisau Tangan) ke Arah Dalam
a. Berdiri tegak seperti sikap siap berbaris dengan
lengan/tangan lurus di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Kedua kepalan tangan di letakkan di samping. pinggang.
c. Langkahkan salah satu kaki ke depan (menggunakan kuda-kuda apa saja) bersamaan dengan itu salah satu kepalan tangan di angkat dan di putar ke dalam hingga pangkal telapak tangan bagaian dalam mengenai sasaran.
d. Telapak tangan segera di tarik dan di kepal di letakkan di samping kembali.
e. Ketika melakukan pukulan, berat badan di arahkan. pada sasaran.
4. Serangan dengan Punggung Tangan ke Arah Depan
a. Berdiri tegak seperti sikap siap berbaris dengan. lengan/tangan lurus di samping badan, dan pandangan ke depan.
b. Kedua kepalan tangan di letakkan di samping. pinggang.
c. Langkahkan salah satu kaki ke depan (menggunakan kuda-kuda apa saja) bersamaan dengan itu salah satu kepalan tangan di angkat ke atas pundak (lengan bawah menyilang di depan dada). kepalan di ayunkan ke depan sehingga mengenai sasaran. Perkenaan sasaran pada punggung kepalan tangan.
d. kepala tangan segera di tarik dan di letakkan di pinggang kembali.
e. ketika melakukan pukulan, berat badan di arahkan pada sasaran.
D. Gerak Spesifik Serangan Kaki (Tendangan)
Gerak Spesifik Serangan kaki (Tendangan) merupakan cara yang di gunakan untuk melakukan serangan kepada lawan yang berada di depan.
1. Tendangan Lurus
Tendangan lurus dalam pencak silat adalah teknik tendangan yang dilakukan dengan menggunakan ujung kaki dan tungkai yang diluruskan ke depan. Tendangan ini sering disebut juga tendangan depan.
1. Posisikan badan tegak dan pandangan menghadap ke lawan.
2. Lakukan sikap kuda-kuda kiri.
3. Tendangkan kaki kanan lurus ke depan.
4. Hentakkan telapak kaki sejajar dengan bahu.
5. Letakkan kedua tangan di depan dada untuk menjaga keseimbangan.
2. Tendangan Jejak
Tendangan jejak bertujuan untuk mendorong ke sasaran dada atau perut lawan. Kekuatan hentakkan dan tendangan kaki kanan menjadi faktor penting dalam keberhasilan tendangan ini.
1. Berdiri dengan salah satu kaki sebagai tumpuan
Mengangkat salah satu kaki, kemudian lutut sedikit ditekuk
2. Menendang kaki ke arah lawan dengan perkenaan telapak kaki atau tumit
3. Posisikan kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang
4. Tendangan jejak bertujuan untuk mendorong
3. Tendangan T
Tendangan T adalah teknik tendangan dalam pencak silat yang dilakukan dengan posisi tubuh menyamping dan lintasannya lurus ke samping. Tendangan ini juga dikenal sebagai tendangan samping.
Berikut cara melakukannya.
1. Lakukan posisi kuda-kuda kiri dengan benar
2. Tendangkan kaki kanan dari samping ke arah depan
3. Hentakkan telapak kaki dengan perkenaan tumit dan sisi bagian kaki yang tajam
4. Posisikan kedua tangan berada di depan dada sebagai penyeimbang.
4. Tendangan Sabit
Tendangan sabit adalah teknik dasar pencak silat yang dilakukan dengan lintasan kaki melengkung seperti sabit, dengan sasaran perut lawan
1. Berdiri menghadap lawan.
2. Lakukan sikap kuda-kuda kiri.
Injak punggung kaki.
3. Ayunkan kaki yang menendang ke arah lawan.
4. Pukul kaki lawan dengan punggung kaki.
5. Tekuk lengan di depan dada untuk menjaga keseimbangan tubuh.
5. Tendangan putar ke belakang
Tendangan belakang adalah teknik tendangan dalam pencak silat yang dilakukan dengan memutar tubuh dan membelakangi lawan. Tendangan ini dilakukan dengan perkenaan pada telapak kaki atau tumit, dan sasarannya adalah perut atau kepala lawan.
1. Awali dengan sikap kuda-kuda depan.
2. Putar badan hingga 180 derajat.
3. Bungkukkan tubuh.
4. Letakkan kedua tangan di atas lantai sebagai tumpuan dan keseimbangan tubuh.
5. Tendang kaki belakang ke arah lawan menggunakan telapak kaki atau tumit.
E. Gerak Spesifik Menghindari Serangan
Teknik menangkis dalam pencak silat adalah teknik dasar pembelaan untuk menghindari dan mencegah serangan lawan. Berikut beberapa teknik menangkis dalam pencak silat:
a. Tangkisan luar: Menangkis dengan kaki melangkah ke sisi luar samping badan
b. Tangkisan dalam: Menangkis dengan kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan
c Tangkisan atas: Menangkis dari bawah ke atas untuk melindungi serangan yang mengarah ke kepala
d. Tangkisan bawah: Menangkis dari atas ke bawah untuk menahan serangan yang diarahkan ke kemaluan
e. Tangkisan siku dalam: Menangkis ke depan dengan kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan
f. Tangkisan siku luar: Menangkis dengan kaki melangkah ke samping sisi luar badan lawan
1. Tangkisan luar
Tangkisan luar adalah teknik pencak silat untuk menangkis serangan dari luar dengan menggunakan tangan. Tangkisan luar cocok digunakan untuk menangkis serangan lurus, terutama pukulan yang mengenai lengan bawah bagian dalam.
Berikut cara melakukannya.
a. Sikap kuda-kuda tengah dengan berat badan merata di kedua kaki
b. Letakkan kedua tangan di depan tubuh dengan siku sedikit ditekuk dan tangan berada di tingkat dada
c. Tarik salah satu tangan dari dalam ke luar hingga sejajar dengan bahu
d. Pastikan tubuh tetap seimbang.
2. Tangkisan Dalam
Tangkisan dalam adalah teknik dalam pencak silat untuk menahan serangan lawan dengan cara menggerakkan tangan dari luar ke dalam tubuh. Tangkisan dalam cocok digunakan untuk membendung serangan lurus, terutama pukulan ke lengan bawah bagian luar.
Berikut cara melakukannya.
a. Sikap kuda-kuda tengah
b. Siapkan kedua tangan di depan
c. Tarik salah satu tangan sejajar dengan bahu dari luar ke dalam
d. Pastikan tubuh dalam posisi seimbang
3. Tangkisan Atas
Tangkisan atas adalah teknik dalam pencak silat untuk menangkis serangan lawan yang mengarah ke kepala. Gerakannya dilakukan dengan menarik salah satu tangan dari bawah ke atas, sedangkan tangan lainnya melindungi dada.
Berikut ini cara melakukannya.
a. Sikap kuda-kuda depan
Kedua tangan siap di depan
b. Tarik salah satu tangan dari bawah ke atas untuk melindungi kepala
c. Posisi tubuh seimbang
d. Saat serangan datang, sedikit turunkan badan
4. Tangkisan bawah.
Tangkisan bawah adalah teknik dalam pencak silat untuk menahan serangan dengan cara menarik salah satu tangan dari atas ke bawah. Tujuannya untuk melindungi bagian kaki, paha, dan kemaluan dari serangan lawan.
Berikut Cara melakukannya.
a. Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan telapak kaki membentuk sudut 45 derajat
b. Tekuk kaki sedikit agar badan seimbang
c. Posisikan kedua tangan di depan badan
d. Tarik salah satu tangan dari arah luar ke dalam sesuai arah serangan lawan.
f. Tahan badan agar tetap seimbang
5. Tangkisan Siku Dalam
Tangkisan siku dalam pencak silat adalah teknik tangkisan yang menggunakan bagian siku dalam untuk menghindari serangan lawan. Tangkisan siku dalam dapat dilakukan dengan siku dalam tinggi maupun rendah.
Berikut cara melakukannya.
a. Putar badan 90° ke kanan atau kiri
b. Tekuk tangan yang mengarah ke lawan ke atas untuk menutup perut
c. Lindungi tangan yang berada dekat lawan di belakang salah satu kaki yang diangkat
6. Tangkisan Siku Luar
Tangkisan siku luar dalam pencak silat adalah gerakan menangkis dengan menggunakan satu tangan untuk menghindari serangan lawan dengan cara dari dalam ke luar. Tujuannya adalah agar serangan lawan menjauh dari tubuh.
Berikut cara melakukannya.
a. Siapkan kuda-kuda dengan menekukkan kaki agar tubuh seimbang.
b. Posisikan kedua tangan di depan tubuh dengan sikap siap untuk bertindak.
c. Tentukan arah serangan lawan.
Jika serangan datang dari arah kanan, tarik tangan kanan ke arah kanan sejajar dengan bahu.
d. Pertahankan posisi tubuh tetap seimbang ketika menangkis serangan.
Peraturan dalam Pertandingan Pencak silat
Larangan Larangan atau pelanggaran dalam pencak silat terdiri dari pelanggaran berat dan ringan. Pelanggaran berat Dikutip dari buku Pencak Silat (2015) karya Erwin Setuo Kriswanto, pesilat kedapatan melakukan pelanggaran berat apabila: Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat/pusar hingga kemaluan, dan serangan langsung ke seluruh tulang belakang. Usaha mematahkan persendian secara langsung. Membenturkan kepala dan menyerang dengan kepala. Menyerang lawan sebelum aba-aba "Mulai" dan menyerang sesudah aba-aba "Berhenti" dari wasit, dan menyebabkan lawan cedera. Menggumul, menggigit, mencakar, mencegkeram, dan menjambak (menarik rambut/jilbab) Menentang, menghina, menyerang, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-mancing dengan suara berlebihan terhadap lawan ataupun terhadap aparat pertandingan (delegasi teknik, ketua pertandingan, dewan wasit juri, wasit juri dan petugas lainnya) serta kepada penonton.
Pelanggaran ringan Tidak menggunakan salah satu unsur kaedah (sikap pasang dan pola langkah). Berteriak yang berlebihan selama bertanding. Lintasan serangan yang salah. Pesilat dengan sengaja membalikkan badan membelakangi lawan. Melakukan serangan dengan teknik sapuan depan/belakang, guntingan sambil merebahkan diri dengan tujuan untuk mengulur waktu. Keluar dari gelanggang (satu kaki keluar dari gelanggang) secara sengaja atau tidak disengaja. Menginjak garis tidak termasuk keluar gelanggang. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat pasif lebih dari 5 detik. Taktik yang mengulur waktu (melepaskan ikatan sabuk, membuka/melepaskan ikatan rambut)
Sasaran dalam Pencak Silat Tidak semua bagian tubuh bisa menjadi sasaran serangan dalam pertandingan pencak silat. Adapun bagian tubuh yang dilarang untuk diserang dalam pertandingan pencak silat adalah dari bagian leher ke atas (kepala) dan kemaluan. Jadi, sasaran yang diperbolehkan untuk diserang dalam pertandingan pencak silat adalah dada, perut (pusat ke atas), rusuk kiri maupun kanan, serta punggung atau sisi belakang badan.
Penilaian pertandingan pencak silat
Menurut irwansyah dalam bukunya yang berjudul pendidikan jasmani,terdapat 4 ketentuan
penilaian saat pertandingan pencak silat.
Nilai 1
Nilai untuk elakan\tangkisan yang berhasil dan di susul dengan serangan yang masuk pasa sasaran atau berhasilnya teknik jatuh.Nilai 1 juga berlaku pada serangan yang masuk pada sasaran.
Nilai 2
Serangan kaki yang masuk pada sasaran.
Nilai 3
Nilai 3 didapatkan jika berhasil menjatuhkan lawan.
Nilai 4
nilai 4 didapatkan jika berhasil mengunci lawan
Peraturan menang dan kalah
Penentu Pemenang Menang angka Bila jumlah juri yang menentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak daripada lawan Bila terjadi hasil yang sama, maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman. Bila hasilnya masih sama, maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi/paling banyak. Bila hasilnya masih sama, maka pertandingan ditambah satu babak lagi.
Menang teknik
Menang teknik Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan atas permintaan sendiri Karena keputusan dokter pertandingan Atas permintaan pendamping pesilat Atas keputusan wasit
Menang mutlak
Menang mutlak Bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan atau nanar maka setelah hitungan wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang.
Menang RSC\WMP
Menang RSC/WMP Salah satu pesilat menang karena pertandingan tidak seimbang.
Menang diskualifikasi
Menang diskualifikasi Lawan mendapat Peringatan III setelah Peringatan II Lawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman langsung diskualifikasi Melakukan pelanggaran tingkat I dan lawan cedera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas keputusan dokter pertandingan Penimbangan ulang berat badan tidak sesuai dengan ketentuan
Durasi pertandingan pencak silat
Durasi Pertandingan Pencak Silat Dikutip dari buku Pencak Silat oleh Erwin Setyo Kriswanto, dalam praktiknya lama waktu pertandingan pencak silat sesuai dengan peraturan IPSI adalah tiga babak.Dengan durasi waktu 2-3menit
Peralatan yang digunakan dalam pencak silat:
1. seragam dan sabuk.
2. Body protector.
3. Samsak.
4. Footwear protection.
5. Skin decker.
6. Genital protector.
7. Matras.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pertandingan pencak silat, yaitu:
1. Bagian tubuh yang boleh diserang dan menghasilkan poin adalah dada, perut, pinggang kiri dan kanan, dan punggung.
2. Tangan dan kaki dapat digunakan untuk menjatuhkan atau mengunci lawan, tetapi tidak menghasilkan poin jika hanya digunakan untuk menyerang tanpa membuat lawan jatuh.
3. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang, mantap, bertenaga, dan tersusun dalam koordinasi
Ukuran lapangan pencak silat
Ukuran lapangan pencak silat atau gelanggang pencak silat adalah 10 meter x 10 meter, atau seluas 100 meter persegi. Di tengah gelanggang terdapat lingkaran dengan diameter 3 meter yang merupakan bidang tanding
Gelanggang pencak silat memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:
1. Lantainya dilapisi matras dengan ketebalan 2,5–5 cm
2. Batas gelanggang dan bidang tanding dipisahkan dengan garis putih selebar 5 cm
3. Ukurannya yang luas untuk memberikan ruang gerak yang cukup bagi pesilat
Waktu dan babak pertandingan pencak silat
Pertandingan pencak silat biasanya terdiri dari tiga babak, dengan durasi setiap babak selama dua menit dan jeda istirahat antar babak selama satu menit. Pemenang pertandingan pencak silat ditentukan berdasarkan teknik, angka, menang mutlak, atau diskualifikasi.
Komentar
Posting Komentar